Diarsipkan di bawah: Kuliah
Menanggapi tulisan gw tentang STAN kemarin, setelah gw konfirmasi ulang menenai STAN ga ikatan dinas lagi temen gw itu bilang klo tes itu emang ada cuma sifatnya hanya formalitas doank!
hmm gw sama temen gw yang kasih info itu lansung ambil kesimpulan klo setiap mahasiswa yang diterima di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) pasti bisa dengan kemungkinan besar diterima jadi pegawai asal selama kuliah ga di DO, dari kasus2 sebelumnya rata2 mahasiswa yang di DO di STAN itu yang nilainya masih kurang2 gitu.. Jadi buat adik2 yang mau masuk STAN dan udah masuk STAN harap berhati2 dengan nilai anda hehehehe![]()
duh ini tulisan emang bikin heboh.. setelah cari referensi untuk tahun 2008 (tulisan ini tahun 2007) dapat pernyataan bahwa STAN masih ikatan dinas..
ini linknya
http://www.waspada.co.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=20181
hasil copy pastenya..
STAN Tetap Ikatan Dinas
Thursday, 29 May 2008 06:30 WIB
Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi
Negara (STAN) tetap ikatan dinas dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil
(PNS) di Lingkungan Departemen Keuangan Republik Indonesia.
SUGIARTO
WASPADA ONLINE
Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi
Negara (STAN) tetap ikatan dinas dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil
(PNS) di Lingkungan Departemen Keuangan Republik Indonesia.
Hal tersebut dikatakan Dosen
tetap STAN Jakarta Agus Purwantoro, SE, MSi, kepada Waspada, saat dikonfirmasi
via telefon selular, Selasa (27/5).
Agus Purwantoro menjelaskan,
masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu-isu yang tidak benar.
Menurutnya, secara logis, tidak mungkin negara
mengeluarkan uang banyak untuk menjaring orang-orang terbaik, jika tidak
direkrut menjadi PNS.
“Logikanya begini, kalau
negara sudah mengeluarkan uang banyak untuk menjaring siswa masuk STAN, sudah
pasti untuk direkrut. Tidak mungkin, negara mengeluarkan uang banyak kalau
untuk disia-siakan,” tegas Agus Purwantoro.
Sebelumnya, dosen tetap STAN
tersebut juga telah menyampaikan hal yang sama di hadapan 1.242 peserta seminar
dan try out USM STAN yang diadakan Bimbingan USM STAN Adzkia, Minggu (25/5) di
Gelanggang Mahasiswa USU.
“Jadi STAN itu tetap
menjanjikan, karena tetap ikatan dinas. Kalau ada yang mengatakan tidak ikatan
dinas bisa dilaporkan,” ujarnya seraya menyebutkan, Departemen Keuangan RI
sangat membutuhkan alumni STAN, karena SDMnya yang sudah terbukti berkualitas.
Juga untuk mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi yang sedang dilaksanakan
di Departemen Keuangan RI.
Direktur Bimbingan STAN Adzkia
Muhammad Ramli, ST. MSi saat dihubungi via telefon menyebutkan, setelah lulus
Waspada Online
http://www.waspada.co.id Menggunakan Joomla! Generated: 22 September, 2008, 21:28
USM STAN, Depkeu akan melaksanakan psikotes kepada para siswa untuk pemetaan.
Hasil psikotes tersebut untuk mengetahui di mana para lulusan nantinya akan
ditempatkan.
Selain itu, kini STAN memiliki
standar pelayanan minimum, artinya siswa-siswa yang lulus USM STAN kini dalam
belajar akan lebih baik dibanding angkatan sebelumnya. Kemudahan dan fasilitas
akan diperoleh seperti buku, ruang yang cukup megah, sistem pembelajaran yang
lebih baik dan tempat belajar yang nyaman.
semoga bisa membantu informasinya.. sekarang tinggal cari info deh kenapa harus ada tes CPNS.. nanti saya update lagi tulisannya..
Diarsipkan di bawah: Motivasi
Kehidupan Sang
Elang
Elang merupakan jenis
unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun.
Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu
keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
Ketika elang
berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan
membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat
karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu
terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu
proses transformasi yang sangat menyakitkan — suatu proses
transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan
transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung
untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana
selama proses transformasi berlangsung.
Pertama-tama, elang harus
mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya,
kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh
yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar
yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu.
Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian,
bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan
paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan
barunya dengan penuh energi!
Dalam kehidupan kita ini, kadang kita
juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai
sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua
kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu
yang menyenangkan dan melenakan.
Kita harus rela untuk meninggalkan
perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang
lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama,
membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai
kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah
keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan
terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas
diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat
kita. Anda
adalah elang-elang itu.
Perubahan pasti
terjadi. Maka itu, kita harus berubah!
*Bukan tulisan sendiri dan diambil dari milis AWARI