Brilliant Blog


STAN ga ikatan dinas??? update 2008
Juni 29, 2007, 8:48 am
Diarsipkan di bawah: Kuliah

Menanggapi tulisan gw tentang STAN kemarin, setelah gw konfirmasi ulang menenai STAN ga ikatan dinas lagi temen gw itu bilang klo tes itu emang ada cuma sifatnya hanya formalitas doank! payah! hmm gw sama temen gw yang kasih info itu lansung ambil kesimpulan klo setiap mahasiswa yang diterima di STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) pasti bisa dengan kemungkinan besar diterima jadi pegawai asal selama kuliah ga di DO, dari kasus2 sebelumnya rata2 mahasiswa yang di DO di STAN itu yang nilainya masih kurang2 gitu.. Jadi buat adik2 yang mau masuk STAN dan udah masuk STAN harap berhati2 dengan nilai anda hehehehenestersmilie058.gif

duh ini tulisan emang bikin heboh.. setelah cari referensi untuk tahun 2008 (tulisan ini tahun 2007) dapat pernyataan bahwa STAN masih ikatan dinas..

ini linknya

http://www.waspada.co.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=20181

hasil copy pastenya..

STAN Tetap Ikatan Dinas
Thursday, 29 May 2008 06:30 WIB

Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi

Negara (STAN) tetap ikatan dinas dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil

(PNS) di Lingkungan Departemen Keuangan Republik Indonesia.

SUGIARTO

WASPADA ONLINE

Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi

Negara (STAN) tetap ikatan dinas dan diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil

(PNS) di Lingkungan Departemen Keuangan Republik Indonesia.

Hal tersebut dikatakan Dosen

tetap STAN Jakarta Agus Purwantoro, SE, MSi, kepada Waspada, saat dikonfirmasi

via telefon selular, Selasa (27/5).

Agus Purwantoro menjelaskan,

masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu-isu yang tidak benar.

Menurutnya, secara logis, tidak mungkin negara

mengeluarkan uang banyak untuk menjaring orang-orang terbaik, jika tidak

direkrut menjadi PNS.

“Logikanya begini, kalau

negara sudah mengeluarkan uang banyak untuk menjaring siswa masuk STAN, sudah

pasti untuk direkrut. Tidak mungkin, negara mengeluarkan uang banyak kalau

untuk disia-siakan,” tegas Agus Purwantoro.

Sebelumnya, dosen tetap STAN

tersebut juga telah menyampaikan hal yang sama di hadapan 1.242 peserta seminar

dan try out USM STAN yang diadakan Bimbingan USM STAN Adzkia, Minggu (25/5) di

Gelanggang Mahasiswa USU.

“Jadi STAN itu tetap

menjanjikan, karena tetap ikatan dinas. Kalau ada yang mengatakan tidak ikatan

dinas bisa dilaporkan,” ujarnya seraya menyebutkan, Departemen Keuangan RI

sangat membutuhkan alumni STAN, karena SDMnya yang sudah terbukti berkualitas.

Juga untuk mendukung pelaksanaan reformasi birokrasi yang sedang dilaksanakan

di Departemen Keuangan RI.

Direktur Bimbingan STAN Adzkia

Muhammad Ramli, ST. MSi saat dihubungi via telefon menyebutkan, setelah lulus

Waspada Online
http://www.waspada.co.id Menggunakan Joomla! Generated: 22 September, 2008, 21:28
USM STAN, Depkeu akan melaksanakan psikotes kepada para siswa untuk pemetaan.

Hasil psikotes tersebut untuk mengetahui di mana para lulusan nantinya akan

ditempatkan.

Selain itu, kini STAN memiliki

standar pelayanan minimum, artinya siswa-siswa yang lulus USM STAN kini dalam

belajar akan lebih baik dibanding angkatan sebelumnya. Kemudahan dan fasilitas

akan diperoleh seperti buku, ruang yang cukup megah, sistem pembelajaran yang

lebih baik dan tempat belajar yang nyaman.

semoga bisa membantu informasinya.. sekarang tinggal cari info deh kenapa harus ada tes CPNS.. nanti saya update lagi tulisannya..



Belajar Dari Elang
Juni 29, 2007, 7:59 am
Diarsipkan di bawah: Motivasi

Kehidupan Sang
Elang

Elang merupakan jenis
unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun.
Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu
keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.

Ketika elang
berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan
membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat
karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu
terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu
proses transformasi yang sangat menyakitkan — suatu proses
transformasi yang panjang selama 150 hari.

Untuk melakukan
transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung
untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana
selama proses transformasi berlangsung.

Pertama-tama, elang harus
mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya,
kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh
yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar
yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu.
Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian,
bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan
paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan
barunya dengan penuh energi!

Dalam kehidupan kita ini, kadang kita
juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai
sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua
kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu
yang menyenangkan dan melenakan.

Kita harus rela untuk meninggalkan
perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang
lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama,
membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai
kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah
keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.

Halangan
terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas
diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat
kita. Anda
adalah elang-elang itu.

Perubahan pasti
terjadi. Maka itu, kita harus berubah!

*Bukan tulisan sendiri dan diambil dari milis AWARI